Kenali Bahasa Kasih Pasangan Anda

Uniknya makhluk Tuhan bernama manusia, bukan saja bentuk fisiknya yang unik, karakter yang ada pada mereka juga beraneka ragam. Dalam perbedaan itulah mereka bersatu padu di dunia ini dan terbentuklah sebuah komunitas dari skalah besar seperti negara hingga skala terkecil yaitu keluarga. Namun baik ruang lingkup skala besar atau kecil, namanya manusia sering terjadi hal yang cukup alamiah yaitu perbedaan pedapat yang berujung pada pertengkaran.

Lalu sebenarnya apa yang melatarbelakagi pertengkaran itu sendiri? Penyebab utamanya biasanya karena ada perbedaan. Perbedaan apa sajakah yang menyebabkan seseorang bisa bertengkar? Banyak, namun biasanya yang menjadi pemicu utama adalah karena perbedaa pendapat.

Perbedaan pendapat terjadi karena adanya perbedaan pemikiran, sedangkan perbedaan cara berfikir itu timbul karena adanya perbedaan karakter. Tuhan sudah menciptakan beraneka ragam karakter manusia beserta plus minusnya. Namun sebagai manusia dewasa, tentunya dalam menghadapi perbedaan itu cukup dengan kondisi yang tenang, bukan dengan pertengkaran. Tapi tidak mengherankan, jika ada beberapa manusia yang nampak dewasa secara usia namun tidak dewasa secara emosional. Oleh karenanya perlu banyak ilmu dan latihan agar seseorang itu bisa menjadi manusia dewasa baik secara usia, pemikiran, dan emosional.

Jangankan manusia, seorang ibu yang memiliki anak kembar identik pun mengakui bahwa justru biasanya anak kembar memiliki karakter yang bertolak belakang, oleh karenanya sang ibu harus juga melakukan pendekatan dan cara mendidik yang berbeda pada keduanya.

Jikalau anak yang lahir dari satu rahim seorang ibu saja bisa memiliki karakter yang kontras, lalu bagaimana dengan pasangan suami istri yang berasal dari latar belakang keluarga, kebiasaan-kebiasaan, dan lingkungan yang berbeda? Pastinya akan memiliki cara berpikir yang berbeda pula kan? Bahkan masih banyak aneka ragam perbedaan lainnya.

Jadi, Anda sudah mulai ada gambaran yah apa yang menjadi penyebab pasangan suami istri itu bisa sering bertengkar. Selain karena perbedaan pendapat, tanpa mereka sadari biasanya adalah realita yang tidak sesuai harapan terutama mengenai hal kebahagiaan menurut versi mereka masing-masing baik versi suami atau istri.

Karena bahagia menurut suami istri itu sering kali berbeda. Ada sang istri yang merasa bahagia kalau suaminya sering mengakatakan hal-hal yang romantis, menyediakan waktu khusus untuk dirinya, ketika suami memberikan hadiah, suaminya bisa membantu menyelesaikan pekerjaan rumah, atau bahkan si istri merasa bahagia jika sang suami sering memeluknya, menggandeng tangannya ketika di tempat umum, dll.

Berbeda lagi dengan versi bahagia menurut suami, ada pula suami yang akan merasa bahagia jika sang istri sering menyediakan waktu dengannya, melayani segala kebutuhannya dengan baik, memujinya, atau bahkan sering memberinya hadiah.

Itulah yang dinamakan bahasa kasih atau ungkapan rasa cinta seseorang kepada pasangannya, berbeda-beda tindakan namun maksudnya satu yaitu menunjukkan kasih sayang.

Namun, di antara sekian banyak pasangan suami istri yang sering bertengkar karena perbedaan bahasa kasih, ada beberapa pasangan suami istri yang cukup beruntung. Siapa mereka? Ya, merekalah pasangan suami istri yang memiliki bahasa kasih ย yang sama.

Daripada bingung, yuk kita pelajari bersama apa saja bahasa kasih itu dan bagaimana penerapannya.

Menurut Dr. Gary Chapman dalam bukunya yang berjudul The Five Love Languages bahasa kasih terbagi menjadi lima kategori. Di antaranya adalah melalui perkatan, waktu, pemberian hadiah, pelayanan, dan sentuhan fisik.

1. Melalui perkataan (Words of Affirmation)

Kata-kata cinta atau romantis, pujian, atau perkataan yang lemah lembut. Ada tipe wanita yang apabila suaminya berkata-kata romantis dia akan merasa sangat dicintai. Namun dia akan cenderung merasa biasa saja kalau sang suami memberinya hadiah atau membantunya menyelesaikan pekerjaan rumah. Begitu juga ada tipe suami yang akan merasa dicintai oleh istrinya jika sang istri sering memberinya kata-kata romantis atau sering memujinya. Inilah yang dinamakan seseorang yang memiliki bahasa kasih dengan perkataan.

2. Waktu berkualitas (Quality time)

Apakah Anda termasuk tipe orang yang lebih suka menghabiskan waktu dengan pasangan? Jika iya, berarti Anda termasuk ke dalam orang yang cenderung memiliki bahasa kasih ini. Obrolan intens yang sering Anda lakukan membuat Anda fokus dan lebih memilih meletakkan gadget ketika berdua bersama pasangan. Orang dengan tipe ini tidak akan merasa dicintai jika pasangannya menunjukkan bahasa kasihnya dengan misal memberinya hadiah, membantunya menyelesaikan pekerjaan. Jadi, bahasa kasih tipe pasangan seperti ini adalah waktu. Maka, berilah waktu yang berkualitas kepada pasangan Anda.

3. Menerima hadiah (Receiving gifts)

Orang dalam kategori ini akan senang jika pasangannya memberikan hadiah, dia akan merasa sangat dicintai dalam bentuk pemberian. Bukan berarti materialistis, hadiah pun tidak harus mahal, bisa buatan sendiri atau berupa bentuk pemberian lainnya. Tipe pasangan seperti ini berarti bahasa kasihnya adalah pemberian atau hadiah. Apakah pasangan Anda termasuk tipe ini?

4. Melayani (Acts of Service)

Tipe orang seperti ini akan senang sekali dan merasa sangat dicintai jika pasangannya memberikan pelayanan yang baik. Misalnya seorang suami yang akan merasa sangat dicintai jika istrinya mampu melayaninya dari hal terkecil seperti mengambilkan sepatu, mengambilkan makanan, dan membantu pekerjaan sang suami. Jikalau dia seorang istri, dia akan merasa dicintai oleh suaminya jika sang suami mau membantu pekerjaannya misal dalam hal menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, membantu menyapu, mencuci piring, atau hal lainnya. Yuk, segera praktekan pada pasangan jika bahasa kasihnya termasuk ke dalam hal pelayanan.

5. Sentuhan fisik (Physical Touch)

Bahasa kasih yang kelima adalah sentuhan fisik. Sang istri akan merasa sangat dicintai oleh suaminya misal ketika sang suami menggandeng tangannya ketika sedang berjalan, mengusal kepalanya, dan lain sebagainya. Sebaliknya tipe istri seperti ini akan merasa biasa saja jika sang suami memberinya hadiah atau membantunya menyelesaikan pekerjaan rumah. Namun tidak semua suami bisa peka akan hal ini. Coba sekarang amati bahasa kasih pasangan Anda, apakah termasuk yang cenderung memiliki bahasa kasih berupa sentuhan fisik? ย 

Psikolog Ellizabeth Santosa, M.Psi mengungkapkan bahwa penting bagi pasangan mengerti dan memahami bahasa kasih pasangannya agar hubungan tetap berjalan harmonis. Karena dengan mengerti bahasa kasih pasangan kita, dia akan merasa dirinya sangat dicintai oleh pasangannya.

Jangan sampai misal sang istri memiliki bahasa kasih berupa waktu dengan menginginkan quality time bersama sang suami melalui obrolan yang intens dari hati ke hati, suaminya malah memberinya hadiah atau membantunya menyelesaikan pekerjaan rumah. Tentu akan menimbulkan kekecewaan yang mendalam.

Yuk, mulai sekarang pahami bahasa kasih pasangan Anda, lalu segera diskusikan dan praktekan yah.

Selamat mencoba, semoga tercipta rumah tangga yang harmonis dan langgeng.

17 comments on “Kenali Bahasa Kasih Pasangan Anda

  • Nonz ati , Direct link to comment

    Kalau sudah saling tau kebutuhan bahasa kasih ya, bisa saling memahami dan memberikan, ya, Mbak…

    Jadi enggak akan ada lagi salah paham, hehe

    • metha , Direct link to comment

      Iya betul Mbak Nonz, memahami, memberi, kemudian kita yang akan menerima hasilnya. Harus terus sama-sama belajar ๐Ÿ˜Š

  • Yuni Bint Saniro , Direct link to comment

    Nggak mudah sih untuk tahu pasangan kita tipe yang bagaimana dalam waktu singkat. Tapi yang paling penting mah komunikasi kali ya Mbak, maunya kita dan pasangan itu gimana… Hehehe

    • metha , Direct link to comment

      Iya betul Mbak Yuni, yang penting komunikasi nanti ketemu apa-apa yang kita dan suami inginkan. Rumah tangga tanpa komunikasi dua arah pastinya akan hampa ๐Ÿ˜Š

  • Ulfah Wahyu , Direct link to comment

    Nah ini yang perlu kita tahu betul ya Mbak. Bahasa kasih dengan pasangan. Kadang-kadang dari hal sepele bisa menimbulkan masalah, karena pasangan kita kurang peka dengan bahasa kasih ini. Makasih sharingnya Mbak. Sangat bermanfaat sekali.

    • metha , Direct link to comment

      Sama-sama mbak Ulfah, hal sepele kalau numpuk juga jadi bom waktu yah, itulah perlunya saling mengerti dan memahami.

  • Yeni Sovia , Direct link to comment

    Bener banget mba. Dulu waktu awal nikah aku sempat kecewa ketika kok suami aku nggak sesuai harapan aku. Soalnya dia bukan suami yang romantis dan di sisi lain aku punya ekspektasi yang tinggi pada suami. Nah, bahasa kasih kami ini nggak nyambung daj susah terpenuhi. Akhirnya bisa nyambung ketika aku bisa melihat dari sisi yang berbeda. Misalkan dia memang bukan laki2 yg romantis yang suka bilang cinta. Tapi dia laki2 yang baik yang suka bantuin aku. Dari situ aku simpulkan bahwa romantisnya dia itu dari perbuatan hahahha. Sekarang-sekarang baru aku sadar kalau aku lebih butuh romantis kayal gini daripada cuma ucapan doang wkwkkw

    • metha , Direct link to comment

      Tapi ucapan juga penting menurut orang yang bahasa kasihnya perkataan, hehe…

      Emang agak susah kalau nggak ketemu bahasa kasihnya, gimana kita aja yah mbak yang menjalani.

  • Haeriah , Direct link to comment

    Saya baru tahu kalau ada pembagian dan istilah bahasa kasih. Perlu diperhatikan hal ini agar kita tak salah dalam mengapresiasikan rasa kasih kita kepada pasangan.

    • metha , Direct link to comment

      Iya mbak Haeriah, aku juga baru tahu beberapa waktu lalu, makanya ak share dalam bentuk tulisan, karena ini cukup penting untuk keharmonisan suatu hubungan.

  • Erny Kusuma , Direct link to comment

    Wah penting nih memahami bahasa kasih dengan orang di sekeliling kita. Kalau salung memahami akan lebih mudah untuk mengetahui apa yang diinginkan masing-masing ya. Sehingga tdk terjadi miskom

    • metha , Direct link to comment

      Iya bener banget Mbak Erni. Sering banget terjadi miskom mengenai hal ini. Jadi kita harus bisa memahami satu sama lain, pasangan kita bahasa kasihnya apa.

    • metha , Direct link to comment

      Waaah kalau bahasa kasihnya sama enak mba, bisa mudah memahami dan mengerti satu sama lain

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *