Night Teror pada Anak, Berbahayakah?

Kita sebagai orang tua pasti kaget yah kalau anak tersayang yang sedang tertidur pulas tiba-tiba terbangun dengan mengigau atau menangis, menjerit dengan histeris, tampak ketakutan dengan tubuh meronta-ronta atau mungkin ada yang sampai berjalan keluar kamar dengan kondisi mata masih terpejam.

Kenapa kondisi tersebut sering dialami oleh anak-anak? Bahkan ada yang mengatakan usia 3-12 tahun.

Night teror atau gangguan tidur pada anak-anak seperti yang disebutkan di atas kerap dialami oleh anak-anak usia dini. Biasanya anak mengalami nihgt teror 1,5 -2 jam setelah dia tertidur dan berlangsung bisa 5 sampai 30 menit.

Berbeda dengan mimpi buruk yang masih bisa diingat si kecil ketika bangun di pagi hari, kejadian night teror yang dialami si kecil tidak akan membuatnya ingat di pagi hari bahwa semalam ia baru saja mengalami night teror. Ia akan bangun pagi seperti biasa seperti tidak terjadi apa-apa.

Dokumen Pribadi

Kebetulan akhir-akhir ini anak saya mengalami night teror. Panik sebagai orang tua pasti, yah. Akhirnya saya cari informasi kesana kemari. Dan untuk sebagian orang tua yang anaknya mengalami kejadian hal serupa, di sini saya coba untuk berbagi.

Dan ternyata ada beberapa faktor yang melatarbelakangi terjadinya night teror tersebut, apa sajakah itu? Yuk, simak penjelasan berikut :

 

Pertama, kondisi kesehatan si kecil menurun

Biasanya bila si kecil sedang mengalami demam atau flu, tubuhnya akan terasa tidak nyaman, tidur pun terganggu dan sering kali terbangun entah itu dengan mengigau atau menangis.

Jika seperti ini, coba balurkan irisan bawang merah yang dicampur dengan minyak telon ke tubuh si kecil di bagian dada, perut, dan punggung dengan. Ini dapat menghangatkan tubuh mungilnya, karena kandungan yang ada pada bawang merah dapat mengobati demam secara alami.

 

Kedua, kelelahan secara fisik

Masa aktif anak-anak yang membuat aktivitas fisiknya tak dapat dihindari, berlarian kesana kemari, ingin mencoba segala sesuatu yang baru, tentunya akan sangat menguras tenaga fisiknya.

Tak heran jika si kecil kerap kali kelelahan, mungkin ada bagian tubuhnya yang keseleo akibat berlarian, atau terjatuh dan membuat badannya terasa sakit tanpa kita ketahui.

Coba bisa dibawa ke tukang urut atau bunda sendiri bisa memijat si kecil secara perlahan dan lemah lembut ke seluruh tubuhnya. Hal ini juga bisa dilakukan sebelum ia tidur, bisa dijadikan bonding juga loh antara bunda dan anak.

 

Ketiga, terlalu banyak berimajinasi

Dunia anak tak luput dari imajinasi. Terlebih  dengan perkembangan zaman dan teknologi, membuat banyak media yang dapat memfasilitas anak untuk berimajinasi seperti tontonan di televisi, gadget, atau sejenisnya.

Memang sebenarnya tidak dianjurkan untuk anak-anak batita terlalu banyak menonton televisi, selain bisa menyebabkan speech delay (terlambat berbicara), tayangan-tayangan yang mereka tonton dapat menjadikan imajinasinya semakin liar tak terbatas.

Jadi apa yang ditonton bisa sampai terbawa ke alam bawah sadar mereka ketika tidur. Mungkin perasaan senang, sedih, takut, dan lainnya campur aduk menjadi satu sehingga menyebabkan tidurnya tidak pulas sehingga mengalami gangguan tidur seperti mengigau, menjerit histeris, dan tampak ketakutan.

Sebagai solusinya kurangi anak-anak untuk menonton televisi. Bunda bisa ajak si kecil bermain dengan melibatkan kegiatan fisik yang bersifat ringan, yang juga dapat melatih motoriknya seperti membuat permainan dari kertas.

Dan kerjasama dengan suami juga tak boleh dilewatkan, yah. Di sini ayah juga harus ikut berperan. Karena tidak dipungkiri lagi kan, jika bapak-bapak jaman sekarang lebih banyak bermain dengan gadgetnya daripada dengan anaknya? Hehe ^_^

 

Keempat, stress pada jiwa anak

Anak-anak bisa alami stress tanpa sepengetahuan kita sebagai orang tua, karena di usia ini mereka tidak bisa mengungkapkan kepada kita bahwa mereka sedang mengalami stress.

Penyebab stress pada anak pun beragam, mungkin karena sering dibully oleh teman-temannya, atau kondisi rumah yang tidak nyaman karena sering melihat ketidakharmonisan pada kedua orang tuanya, atau bisa juga karena penyebab lainnya.

Coba dekati anak anda, bicara dari hati ke hati, tanyakan apakah dia pernah mengalami bully-an oleh teman-temannya. Jika benar demikian, bantu persamalahan mereka dengan teman-temannya, ajak mereka saling betemu dan diskusi dari hati ke hati.

Hal ini akan membuat sang anak merasa nyaman karena mereka merasa terlindungi ada orang tua yang mendampingi dan membantu menyelesaikan peramsalahan dirinya dengan teman-teman sejawatnya.

Atau jika karena faktor dari orang tua sendiri. Ayah dan Bunda perlu meminta maaf kepada anak, jika selama ini sudah membuat hatinya tidak nyaman. Sebisa mungkin ciptakan rumah yang nyaman dan bahagia demi kebahagiaan perkembangan jiwa sang anak.

 

Kelima, karena gangguan ghaib

Terserah pendapat Anda mau percaya atau tidak, kalau saya pribadi percaya akan adanya makhluk ghaib. Karena alam dunia ini Tuhan ciptakan tidak hanya untuk manusia, melainkan juga untuk makhluk lainnya.

Mungkin jika kata orang tua dahulu (yang susah dibuktikan secara ilmiah namun seringkali ada benarnya, hehe), jika anak tiba-tiba terbangung ketika tidur dan sering histeris, bisa saja karena mereka mengalami gangguan makhluk halus. Jiwa anak-anak yang masih murni, akan mudah merasakan dan melihat “mereka” para makhluk ciptaan Tuhan yang “lain”.

Coba lakukan ruqyah mandiri dengan mengambil sebotol air putih, lalu bacakan beberapa ayat berikut dengan jari telunjuk kanan ditempelkan ke permukaan air :

  • Istighfar 3x
  • Syahadat
  • Al Fatihah
  • Alif Lam Mim (halaman pertama surat Al Baqoroh)
  • Ayat kursi (Al Baqoroh ayat ke-255)
  • Al Baqoroh ayat 106
  • 2 Surat terakhir Surat Al Bqoroh (ayat ke-285 dan 286)
  • Al Kafirun
  • Al Ikhlas
  • Al Falaq
  • An Naas

Setelah itu tiup permukaan air 3x, kemudian usapkan ke ubun-ubun anak dan seluruh tubuhnya. Lalu minumkan air tersebut ke si kecil.

 

Keenam, faktor genetik

Ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa night teror terjadi karena faktor genetik. Yang artinya jika Anda sebagai orang tua dahulu pernah mengalami hal serupa, anak Anda pun dapat berpotensi mengalami hal tersebut.

 

Ketujuh, faktor obat

Night teror bisa juga terjadi karena konsumsi obat pada anak yang dapat menganggu sistem syarafnya yang belum sempurna. Untuk hal ini lebih baik coba konsultasikan dengan dokter, yah.

Oya, ketika night teror terjadi, usahakan Bunda tetap tenang dan hindari membangunkan anak secara langsung ya, bun. Hal itu bisa membuatnya marah dan bertambah histeris. Tetap awasi anak dan pastikan dalam kondisi yang tetap aman. Lebih baik, peluk dan tenangkan anak.

Meski ada sumber lain yang mengatakan bahwa night teror ini akan hilang dengan sendirinya ketika anak sudah dewasa seiring dengan pekembangan syarafnya yang sudah sempurna, dan terlepas karena faktor genetik atau bukan, jika anak Anda mengalami night teror, segera tangani dengan cara yang tepat dan tidak membiarkannnya berlarut-larut. Pastinya kita ingin si kecil terus ceria kan, Bun?

Jika masih berlanjut, bisa segera hubungi dokter anak yah, Bunda.

Semoga ulasan saya di atas bisa cukup memberikan solusi kepada para orang tua yang anaknya mengalami night teror.

Barang kali ada Bunda di sini yang anaknya mengalami hal serupa, share di komentar yuk, dan bagaimana cara mengatasinya?

Kita berbagi ilmu di sini.

Terima kasih ^_^

19 comments on “Night Teror pada Anak, Berbahayakah?

  • dewi apriliana , Direct link to comment

    Bungsu saya yang kadang tiba tiba jerit jerit sambil nendang nendang gitu. Paginya ditanya tidak tahu mimpi apa. Ternyata itu ada istilahnya ya, night terror.
    Seringnya karena setelah siangnya asik bekejar kejaran dengan teman temannya. Mungkin karena kecapekan.
    Soalnya saya juga suka lupa kalau dia minta dipijitin pakai minyak kutus kutus. Kalau pas dipijitin, dia agak tenang tidurnya

  • Dwi , Direct link to comment

    Itu makanya mba aku gak ngbolehin anakku nonton apalagi yg serem, soalnya kita gak tau sampai sperti apa imajinasinya. Dan aku juga setuju dengan rukyah Mandiri itu, dirutinin aja mba. Aku sejak tiba-tiba Insomnia november lalu tuh jadi srg rukyah Mandiri juga kadang airnya juga aku minumin ke anak juga.

  • lisa lestari , Direct link to comment

    Anakku kalau habis mainan lari-larian atau habis dibecandain kakaknya yang bercandanya kelewatan pasti ngalami ini mbak. BAru tahu namanya night teror. Mbak, aku salfok sama si cantik yang duduk. Imuuut

  • Dawiah , Direct link to comment

    Wah tipsnya buat ruqyah berisi banget mbak, segera dicatat ini untuk jaga-jaga. Tapi tetap berdoa sih supaya nggak kejadian

  • Melina Sekarsari , Direct link to comment

    Aku masih belum paham sih apakah night terror ini sama seperti mimpi buruk?

    Alhamdulillah, anak-anak nggak pernah mengalami tidur yang seperti itu. Beberapa kali sering mengigau tapi celotehan mereka saat bermain atau curhat karena adik atau kakaknya tadi mainnya nakal, hihihi …

    Setuju banget kalau orangtua mesti memastikan kestabilan psikis anak karena seringkali terbawa ke dalam mimpi.

  • Srie Ningsih , Direct link to comment

    Ga kepanasan Mba, bawang merah dicampur minyak telon? Ada bainya bawang dicampur minyak kelapa aja.

    Hebat ya, hal seperti ini terpikirkan..hehehe….keren artikelnya.

  • Bety Kristianto , Direct link to comment

    Anakku pernah beberapa kali kena serangan ini mba. Tapi untungnya nggak parah dan setiap kali dia kena noght terror aku selalu peluk dan tenangin.. makasih infonya ya mba, bermanfaat banget. Jadi makin paham kenapa si kecil tiba-tiba nangis tengah malem.

  • Yuni Bint Saniro , Direct link to comment

    Adik bungsuku pernah tu, pas tidur sama aku tiba-tiba dia langsung duduk dengan mata terpejam. Seperti orang linglung gitu, dan aku reflek aja langsung meluk dia. Mengusap punggungnya dan membaringkan dia. Kemudian mengusap kepalanya. Selanjutnya dia kembali nyenyak tidur. Saat itu ku pikir dia kecapekan karena memang seharian mainnya aktif banget. Dan memang iya lho, dia nggak ingat pas bangun. Hehehe.

    Terima kasih sharingnya, Mbak. Hehehe

  • dewi apriliana , Direct link to comment

    bUNGSUKU kadang jerit jerit , sambil menendang nendangkan kaki saat tidur gitu, kalau siangnya dia keasikan main kejar kejaran atau silat silatan dengan temannya. ternyata itu bisa dikatakan nightb terror ya. thanks sharing artikelnya

  • Hani , Direct link to comment

    Sebabnya banyak juga ya night teror. Salah satunya jangan nonton TV sebelum tidur. Noted tuh…
    Mungkin bawah sadarnya terbawa jadi mimpi buruk kali yaa…

  • Damar Aisyah , Direct link to comment

    Anak lanangku sering mengalami ini, Mbak. Biasanya pas malam di mana dia habis minta didongengin cerita ajaib. Atau pas dia yang bercerita hal-hal ajaib. Nah, besok paginya begitu bangun, dia hampir selalu punya cerita2 ajaib juga. Dia tuh biasa bangun tidur trus cerita habis naik naga. Kadang habis naik singa. Pokoknya ada2 saja.

  • Dian Restu Agustina , Direct link to comment

    Anakku yang kecil yang kadang mengalami night teror ini, Mbak
    Biasa karena kecapekan main..sepedaan, jadi malamnya enggak tenang deh tidurnya
    Makasih infonya, ternyata banyak cara mengatasinya ya

  • Nurul Fitri Fatkhani , Direct link to comment

    Dulu waktu anak-anak masih kecil, mereka pernah mengalami tidur gelisah. Dan biasanya saat mereka sedang sakit atau demam.
    Begitu juga kalau mereka terlalu capek habis bermain.

  • Haeriah Syamsuddin , Direct link to comment

    Anakku biasa mengalami hal ini kalau panas badannya sedang tinggi. Selain kondisi itu, Alhamdulillah, tidak pernah. Biasanya kalau anak panas, saya juga rutin membalurkan bawang di badannya.

  • Sitatur Rohmah , Direct link to comment

    Saya pernah mengalami night teror waktu saya kecil. Biasanya karena ketiduran atau belum siap tidur. Orang tua saya selalu menganjurkan untuk membersihkan tempat tidur sambil membaca ta’awud. Beberapa kali kejadian disebabkan saya terlewat melakukan ritual sebelum tidur itu. Bahkan saya pernah mengalami waktu kuliah, di kost. Itulah kenapa sampai sekarang ritual itu wajib buat saya, untuk minta perlindungan dari Allah

  • Erny Kusuma , Direct link to comment

    Wah ternyata terror night bnyk banget ya mba faktornya. Saya kira kalau pas sakit saja trus rewel dan gk bisa tidur. Mksh mba infonya. Noted deh.

  • Nonz ati , Direct link to comment

    Anak saya waktu kecil sering banget begitu, tapi kalau dia mainnya terlalu cape. Kadang memang karena dengar atau lihat sesuatu yang menakutkan juga sih. Infonya keren banget, Mbak. Suka…

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *