Romantisme Waktu Dhuha

Hei kamu, apa yang kamu sukai dari waktu dhuha?

Suasana tenangnya?

Waktu karena kamu lagi semangat-semangatnya mengerjakan aktivitas harian?

Atau sholatnya itu sendiri?

Kalau aku pribadi, waktu setelah selesai sholat dhuha itu sendiri yang paling aku suka.

Di saat itu, aku bebas meminta apapun kepada Tuhanku, Tuhan semesta alam, yang mengabulkan segala pinta para hamba-Nya.

Tahukah kamu kalau diri ini sudah terlalu banyak dosa, hingga tabir hati antara aku dan Dia tampak sangat pekat, tak terlihat. Bukan lagi layaknya kaca yang jernih, namun seperti air keruh yang tak tampak, apa isi yang ada di dasar air itu sendiri.

Jika di waktu sholat yang lain, terlebih setelah sholat fardhu, aku masih sering kali merasa terbebani dengan dzikir dan sholawat, namun di waktu dhuha aku membaskan diri dari semua itu.

Ku tengadahkan tangan langsung meminta kepada Dia, memanjatkan alunan rayuan doa kepada ilahi Rabbi :

Ya Allah,

Apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah,

Apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah,

Apabila sukar mudahkanlah,

Apabila haram sucikanlah,

Apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (wahai Tuhanku),

Datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh.

Kemudian, langsungย  ku sebutkan apa saja detail yang aku inginkan. Namun yang tak pernah luput dari lisanku adalah doa dengan kalimat ini :

โ€œWahai Rabbi, bimbing selalu lisan dan langkah ini.โ€

Layaknya anak kecil yang merengek menginginkan sesuatu kepada orang tuanya, begitu pula caraku meminta sesuatu kepada Tuhanku, Tuhan seluruh alam.

Namun, lambat laun aku merasa malu akan rengekan tersebut, meski Dia menyukai cara hamba-Nya yang berdoa dengan sikap seperti itu.

Kini ritual ibadahku di waktu dhuha lebih kepada rasa syukurku kepada Tuhanku karena telah memberikan hati ini rasa yang nikmat atas keberadaan waktu dhuha itu sendiri.

So, sudahkah kita merasa dhuha adalah waktu yang romantis antara kita dengan Allah?

Tanyakan sendiri pada hati yang tak pernah mengingkari akan kebenaran sejati.

ย 

Sabtu, 4 Juli 2020 / 13 Dzul Qa’idah 1441 H

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *